Senin, 30 Maret 2020
KETOPRAK
Ketoprak, ditelinga sudah sudah tidak asing lagi kata itu, dimulut sudah tidak asing lagi rasa itu pedas, aroma bawang putih, rasa kacang tanah, empuk dan hangatnya tahu goreng, mihun, kriuknya toge, krupuk dan timun ehmmm.. dihati sudah tertanam makanan itu jika malam tiba mau makan makanan berselera ya harus mencari tambatan hati yaitu dua kata Ketoprak Cirebon yang mangkal didepan Masjid Annur sekitar rumahku.
Mendengar kata Ketoprak ada satu peristiwa yang selalu kuingat, kala itu aku terbaring di salah satu Rumah Sakit di Jakarta Timur, lambung saya bermasalah empat hari tiga malam harus berbaring merasakan begah dan perihnya perut makanan setiap hari anyep dipaksakan baru bisa masuk kemulut. Hari ke empat diperbolehkan pulang saran dari dokter jaga makanan usahakan makan makanan yang lembek hindari makan makanan yang pedas, asem dan keras. Selama diperjalan dari rumah sakit menuju rumah hatiku terpaut dan kangen kepada salah satu makanan paporitku yaitu Ketoprak, terbayang tumpukan lontong di tabur bumbu kacang diatasnya ada krupuk dan tidak sengaja mataku tertuju kepejual ketoprak yang berada di perempatan menuju ke rumahku dengan sepontan aku minta istriku untuk minggir dan memberhentikan kendaraan yang pada saat itu istri saya sedang menyetir. " mah tolong belikan ketoprak ", tentu saja istriku kaget harusnya saya makan bubur ayam eh ini malah minta ketoprak saya memberikan pengertian bahwa Insya Allah makan ketprak tidak apa-apa asal jangan dikasih sambal.
Akhirnya Istri saya dengan terpaksa menghampiri penjual Ketoprak dan berhasil membelikan sebungkus ketoprak yang segar dan terasa hangat tahu yang baru diangkat dari penggorengan. sudah tidak sabar ingin segera sampai rumah untuk menyantap makanan paporitku Ketoprak. Alhamdulillaah perutku tidak apa- apa walau anak-anak saya pada protes. "papah ini habis sakit lambung langsung menyantap ketoprak satu porsi langsung habis hebaat". Katanaya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketoprak memang nikmat
BalasHapus